Thursday, March 22, 2018
TUGAS MANAJEMEN LAYANAN SISTEM INFORMASI LANJUT
KLIK >>DOWNLOAD<< UNTUK MENDOWNLOAD TUGAS MAKALAH MANAJEMEN LAYANAN SISTEM INFORMASI LANJUT.
Friday, December 22, 2017
TUGAS SOFTSKILL III Manajemen Resiko
Manajemen Resiko
Pengertian Manajemen Resiko
Proses pengelolaan resiko yang
mencakup identifikasi, evaluasi dan pengendalian resiko yang dapat mengancam
kelangsungan usaha atau aktivitas perusahaan. Fokus manajemen resiko ini adalah
mengenal pasti resiko dan mengambil tindakan yang tepat terhadap resiko, yang
tujuannya adalah secara terus menerus menciptakan atau menambah nilai maksimum
kepada semua kegiatan organisasi.
Fungsi manajemen resiko adalah:
·
Menetapkan
kebijakan dan strategi menajemen resiko.
·
Primary champion
of risk management pada tingkat strategis dan operational.
·
Membangun
budaya sadar resiko di dalam organisasi melalui pendidikan yang memadai.
·
Menetapkan
kebijakan resiko internal dan struktur pada unit usaha.
·
Pengkoordinasian
berbagai macam kegiatan fungsional yang memberikan nasihat tentang masalah-
masalah manajemen resiko dalam organisasi.
·
Membangun
proses cepat tanggap resiko, meliputi penyusunan program kontingensi dan
kesinambungan bisnis.
Metode Identifikasi Resiko
A. Analisis data historis
Menggunakan berbagai informasi dan
data yang tersedia dalam perusahaan mengenai segala sesuatu yang pernah
terjadi.
Contoh dari data kepegawaian, dapat
diketahui bahwa perusahaan menghadapi resiko kehilangan karyawan yang penting.
B. Pengamatan dan survey
Melakukan investigasi atau pencarian
data langsung di tempat kejadian.
Contoh dengan mengamati proses
produksi, dapat diketahui bahwa perusahaan menghadapi resiko lampu mati
C. Pengacuan (benchmarking)
Mencari informasi tentang resiko di
tempat atau perusahaan lain.
Contohnya, dari berita di media
massa, dapat diketahui bahwa eskalator beresiko menyebabkan anak-anak terjepit.
D. Pendapat ahli
Mencari informasi dari ahli di
bidang resiko tertentu.
Contohnya dari bertanya pada dokter,
dapat diketahui bahwa orang dengan tingkat kolesterol tinggi beresiko kena
penyakit jantung.
Pengambilan Keputusan
Identifikasi alternatif pengambilan
keputusan untuk masalah
Ada 4 kelompok yaitu :
1. Certainty
Perhitungan ekonomi secara pasti
Keputusan pasti terjadi dibandingkan
memilih yg PROFITABEL
Misal :
Usaha produksi keripik apel dan
nangka dengan luas lahan 1 ha, akan lebih menguntungkan yang mana? Cukup
dibandingkan hasil produktivitasnya.
2. Risk
Hasilnya tidak pasti, probabilitas
diketahui, informasi yang tidak sempurna
Alternatif yang harus dipilih lebih
dari 1 kemungkinan hasil (kondisi baik, normal, jelek) Pengambil keputusan
memiliki lebih dari 1 alternatif tindakan
Ada alternatif tindakan yang
fleksibel (bisa dilakukan)
3. Uncertainty
Probabilitas hasil tidak diketahui
secara pasti (hanya berdasar perkiraan)
Pengambil keputusan tidak memiliki
informasi lengkap dan sempurna
Hal yang akan diputuskan belum
pernah terjadi
Antisipasi kondisi ketidakpastian :
· Mencari informasi lebih banyak
· Melalui riset
· Penggunaan probabilitas subyektif
4. Conflict
Terjadi persaingan
Perlu melakukan analisis kelayakan
ekonomi tiap unit usaha
Resiko Strategik
Setiap orang tahu bahwa sebuah
bisnis yang sukses memerlukan sebuah rencana bisnis yang komprehensif dan
dipikirkan dengan matang. Namun itu juga sebuah fakta hidup bahwa banyak hal
berubah, dan rencana terbaik anda terkadang terlihat begitu kuno dengan sangat
cepat.
Inilah resiko strategik. Itu adalah
sebuah resiko dimana strategi perusahaan anda menjadi kurang efektif dan
perusahaan anda berusaha keras untuk mencapai goal sebagai sebuah hasil. Itu
dapat disebabkan karena perubahan teknologi, pesaing kuat baru yang memasuki
pasar, perubahan dalam permintaan pelanggan, peningkatan harga bahan baku, atau
perubahan skala besar lainnya.
Sejarah diisi dengan contoh - contoh
perusahaan yang menghadapi resiko strategik. Beberapa dapat beradaptasi dengan
baik, sementara yang lainnya gagal.
Sebuah contoh klasik adalah Kodak,
yang pernah menempati posisi dominan dalam pasar fotografi film dan saat salah
satu teknisinya menemukan kamera digital tahun 1975, perusahaan itu melihat
inovasi tersebut sebagai ancaman terhadap model bisnis utamanya, dan gagal
untuk mengembangkannya.
Sangat mudah untuk mengatakannya
jika kita melihat ke belakang, tentu saja, namun jika Kodak menganalisa resiko
strategik dengan lebih hati - hati, mereka dapat menyimpulkan bahwa orang lain
mungkin akan mulai membuat kamera digital suatu saat, jadi akan lebih baik jika
Kodak mengkanibal bisnisnya sendiri daripada dilakukan oleh perusahaan lain.
Kegagalan untuk mengadaptasi sebuah
resiko strategik membawa kepada kebangkrutan Kodak. Perusahaan tersebut
berusaha bangkit dari kebangkrutan sebanyak usaha perusahaan kecil yang fokus
pada solusi pencitraan corporate, namun jika perusahaan tersebut melakukan
perubahan lebih cepat, mungkin saja dominasinya tetap dapat dipertahankan.
Menghadapi sebuah resiko strategik
tidak harus menjadi sebuah bencana. Pikirkan tentang Xerox, yang menjadi
sinonim dengan sebuah produk tunggal yang sukses besar, mesin fotokopi Xerox.
Pengembangan cetak laser sebelumnya merupakan resiko strategik bagi posisi
Xerox, namun tidak seperti Kodak, perusahaan tersebut dapat beradaptasi
terhadap teknologi baru dan mengubah model bisnisnya. Cetak laser menjadi lini
bisnis multi milyar bagi Xerox, dan perusahaan tersebut bertahan dari resiko
strategik.
Daftar Pustaka:
Sunday, November 19, 2017
TUGAS SOFTSKILL II AUDIT TEKNOLOGI SISTEM INFORMASI
·
PENGENDALIAN INTERNAL
internal
adalah pengendalian dalam suatu organisasi bertujuan untuk menjaga aset
perusahaan, pemenuhan terhadap kebijakan dan prosedur, kehandalan dalam proses,
dan operasi yang efisien
·
Tujuan Pengendalian Internal
–
Meningkatkan pengamanan (improve safeguard) aset sistem informasi (data/catatan
akuntansi (accoun5ng records) yang bersifat logical assets, maupun physical
assets seperA hardware, infrastructures, dan sebagainya).
–
Meningkatkan integritas data (improve data integrity), sehingga dengan data
yang benar dan konsisten akan dapat dibuat laporan yang benar.
–
Meningkatkan efekAfitas sistem (improve system effec5veness).
–
Meningkatkan efisiensi sistem (improve system efficiency).
·
Pengendalian Umum (General Control)
Pengendalian
umum didefinisikan sebagai sistem pengendalian internal komputer yang berlaku
umum melipuA seluruh kegiatan komputerisasi sebuah organisasi secara
menyeluruh. ArAnya ketentuan – ketentuan dalam pengendalian tersebut berlaku
untuk seluruh kegiatan komputerisasi yang digunakan di perusahaan tersebut.
·
Contoh :
Misalnya dalam contoh ATM di atas, ketentuan bahwa
masuk ke ruang ATM Adak boleh memakai helm. Adanya CCTV di ruang ATM dan
ketentuan adanya SATPAM di situ adalah dapat dikategorikan dengan pengendalian
umum (ketentuan-ketentuan tersebut Adak langsung dengan transaksi pengambilan
uang di mesin ATM).
Ruang Lingkup
·
Pengendalian
manajemen pengembangan sistem (information system management controls).
Pengendalian , pengembangan dan pemeliharaan sistem diperlukan untuk mencegah dan mendeteksi Kemungkinan kesalahan pada waktu pengembangan dan pemeliharaan sistem , serta untuk
menperoleh keyakinan Memadai bahwa sistem berbasis teknologi informasi di kembangkan dan di pelihara dengan cara efesien dan Melalui proses otorisasi dengan semestinya.
·
Pengendalian
manajemen sumber data (data resources management controls).
Di dalam suatu sistem berbasis teknologi informasi,
pengendalian sumber data yang baik adalah :
a. User
harus dapat berbagi data
b. data harus tersedia di gunakan kapan saja, dimana pun, dan dalam
bentuk apa pun.
c. sistem
manajemen data harus menjamin
adanya sistem penyimpanan yang efisien
tidak terjadi redundancy data ,
adanya data security
d. data harus dapat di modifikasi dengan mudah.
·
Pengendalian
manajemen operasi (operations management controls).
Pengendalian manajemen operasi di terapkan
dengan mencakup hal-hal sebagai
berikut:
Pemisahan
tugas dan fungsi
Memisahkan
fungsi yang mengolah teknologi informasi (TI) adri depertemen non-TI
atau user , selain Itu dalam
organisasi TI perlu di pisahkan fungsi- fungsi pekerjaannya di dalam depertemen TI itu sendiri antara fungsi analisis/ desain, pemrograman, dan
operasional.
·
Pengendalian
manajemen keamanan (security administration management controls).
Mengolah sistem keamanan adalah sering kali aktivitas terus
menerus teratur , di telah secara
berkala untuk Memastikan bahwa harus yang berhubungan dengan fungsi sisitem informasi cukup aman.langkah-langkah yang Harus di
jalankan dalam, peminpin program
keamanan sistem informasi adalah :
a. menyiapkan rencana proyek
b. melakukan identitas harta
c. menilai harta
d. melakukan identifikasi ancaman
e. Penilaian terhadap ancaman
f. menganaisa ancaman
g. menyesuaikan control
h. menyiapkan laporan keamanan.
·
Pengendalian
manajemen jaminan kualitas (quality assurance management controls).
Menurut
Wiber (1999) ada enam
alas an yang menyebabkan kebutuhan Quality assurance makin Penting bagi organisasi :
a. makin meningkatnya kesadaran bahwa mutu itu perlu
b. Pengguna (user) makin menuntut ( demanding ) bahwa jasa yang
mereka terima harus memenuhi mutu tertentu yang sesuai dengan satisfaction level
yang di harapkan.
c. Pada umumnya ambisi untuk memenuhi kebutuhan kepuasan pelanggan makin meningkat
d. Organisasi makin bertanggunjawab untuk
tidak tidak menbuat defect prodac
e. apabila kesadaran kwalitas tidak di tingkatkan , maka resiko dan mungkin konsekuensi biaya perbaikan
malahan akan sangat tinggi
f. peningkatan kwalitas adalah sudah menjadi worwide trend, bahwa para produsen
akan meningkatkan mutu barang dan
/ atau jasa yang di berikan.
Pengendalian Aplikasi (Applica-on Control)
pengendalian
aplikasi (appliaca-on controls) adalah sistem pengendalian intern (internal
control) pada sistem informasi berbasis teknologi informasi yang berkaitan
dengan pekerjaan/ kegiatan/aplikasi tertentu (seAap aplikasi memiliki
karakterisAk dan kebutuhan pengendalian yang berbeda)
contoh
:
Misalnya
apabila nasabah akan mengambil uang di ATM, setelah memasukkan kartu akan
dimina PIN, atau setelah memasukkan nilai uang yang akan diambil, ATM akan
mengecek sapakah saldo cukup, atau jumlahnya diijinkan sesuai dengan mengecek
apakah saldo cukup, atau jumlahnya diijinkan sesuai dengan ketentuan bank.
Pengendalian berupa PIN dan limit pengambilan uang tersebut hanya berlaku di
ATM, Adak berlaku di kegiatan lain.
Unsur Pengendalian Aplikasi
·
Pengendalian
batas sistem (boundary controls)
boundary adalah interface antara users
dengan sistem berbasis teknologi informasi.
·
Pengendalian
masukan (input controls)
Pengendalian masukan (input controls)
dirancang dengan tujuan untuk mendapat keyakinan bahwa data transaksi input
adalah valid, lengkap, serta bebas dari kesalahan dan penyalahgunaan. Input
controls ini merupakan pengendalian aplikasi yang penAng karena input yang
salah akan menyebabkan output juga keliru.
·
Pengendalian
proses pengolahan data (process controls)
·
Batch system (delayed processing
systems)
Pada sistem pengolahan data secara batch
processing system, Aap transaksi (misalnya formulir sensus, kartu pencoblosan
pemilihan ketua umum, atau answer sheet ujian calon mahasiswa) dibundel dalam
jumlah lembar tertentu untuk direkam. Demikian pula sistem batch dalam siklus
akuntansi keuangan (book keeping untuk mencatat transaksi ke dalam jurnal,
posAng ke buku besar dan buku pembantu, serta pengolahan untuk menghasilkan
laporan keuangan) dilakukan Adak pada saat transaksi itu terjadi. Sistem
pengolahan data lebih bersifat back office system, yaitu semata-‐mata untuk mengolah data
dokumen-‐dokumen akuntansi yang
transaksinya sudah lewat. Jadi pengolahan datanya tertunda (delayed
processing). Pada sistem batch ini orientasi utamanya adalah sistem pengolahan
data (dahulu disebut sistem pengolahan data elektronik, electronic data
processing, EDP).
·
On line transac-on processing system
On line transac5on processing system
(pada umumnya bersifat real 5me system). Cara pemrosesan data input yang lain
yang lebih lazim pada saat ini adalah dengan online transac5on processing
system. Pada sistem tersebut data masukan dientri dengan worksta5on/terminal
atau jenis input device seperA ATM (automa5c teller machine) dan point of sales
(POS). Meskipun online bisa saja dengan memakai pola batch, tetapi biasanya
online dikaitkan dengan real 5me system, arAnya upda5ng data di komputer
bersamaan dengan terjadinya transaksi.
·
Pengendalian
keluaran (output controls)
pengendalian yang dilakukan untuk
menjaga output sistem agar akurat, lengkap, dan digunakan sebagaimana mesAnya.
Pengendalian keluaran (output controls) ini didesain untuk menjamin agar output
/ informasi dapat disajikan secara akurat, lengkap, mutakhir, dan
didistribusikan kepada orang-‐orang
yang berhak (para user) secara cepat dan tepat waktu.
·
Pengendalian file/database (file/database
controls)
Dalam
suatu instalasi system database yang sudah kompremsif dan terpadu mungkin
kebijakan manjemen sumber data telah memenuhi hamper seluruh kebutuhan
pengendalian intern ,termaksud spesifik aplikasi.Tetapi bila kebutuhan khusus
aplikasi masih di perlukan, maka on-top dari yang telah didesain secara umum
pada pengendalian umum,tiap-tiap aplikasi bias menambahkan kebutuhan spesifiknya,misalnya
menyangkut:
·
Akses Database yang spesifik pada file
aplikasi
·
Concurrency Controls
·
Cryptographic Controls
·
Integrity Controls
·
Application Software Controls
·
File handling Controls
·
Audit-trail
·
Existence Control
·
Pengendalian komunikasi
aplikasi communica5on( controls)
Resiko
yang berkaitan dengan subsistem komunikasi data ialah antara lain:transmission
impairments, components failure, dan subversive threats. Resiko-resiko system
komunikasi data yang sering terjadi antara lain adalah: imraiments transmisi,component
failure,ancaman hacker/cracker,virus,worms virus, karena bag ialah kesalahan
yang mungkin bersifat ketidakakuratan atau kurang lengkap logika program oleh
si pemrogram,yang baru diketahui setelah program dioperasikan.
TUGAS 1 AUDIT TEKNOLOGI SISTEM INFORMASI
Pengertian audit :
Audit atau pemeriksaan dalam
arti luas bermakna evaluasi terhadap suatu organisasi, sistem, proses, atau
produk. Audit dilaksanakan oleh pihak yang kompeten, objektif, dan tidak
memihak, yang disebut auditor.
Ada beberapa pengertian audit
yang diberikan oleh beberapa ahli di bidang akuntansi, antara lain:
Menurut Alvin A.Arens dan James
K.Loebbecke :
“Auditing is the accumulation and
evaluation of evidence about information to determine and report on the degree
of correspondence between the information and established criteria. Auditing
should be done by a competent independent person”.
Menurut Mulyadi :
“Suatu proses sistematik untuk
memperoleh dan mengevaluasi bukti secara obyektif mengenai
pernyataan-pernyataan tentang kegiatan dan kejadian ekonomi, dengan tujuan
untuk menetapkan tingkat kesesuaian antara pernyataan-pernyataan tersebut
dengan kriteria yang telah ditetapkan, serta penyampaian haisl-hasilnya kepada
pemakai yang berkepentingan”.
Secara umum pengertian di atas dapat diartikan bahwa audit adalah proses sistematis yang dilakukan oleh orang yang kompeten dan independen dengan mengumpulkan dan mengevaluasi bahan bukti dan bertujuan memberikan pendapat
mengenai
kewajaran laporan keuangan tersebut.
Dalam melaksanakan audit
faktor-faktor berikut harus diperhatikan:
1. Dibutuhkan informasi yang dapat diukur dan
sejumlah kriteria (standar) yang dapat digunakan sebagai panduan untuk
mengevaluasi informasi tersebut,
2. Penetapan entitas ekonomi dan periode waktu
yang diaudit harus jelas untuk menentukan lingkup tanggungjawab auditor,
3. Bahan bukti harus diperoleh dalam jumlah
dan kualitas yang cukup untuk memenuhi tujuan audit,
4. Kemampuan auditor memahami kriteria yang
digunakan serta sikap independen dalam mengumpulkan bahan bukti yang diperlukan
untuk mendukung kesimpulan yang akan diambilnya.
Pengertian dan
jenis-jenis audit
Audit pada
umumnya dibagi menjadi tiga golongan, yaitu : audit laporan keuangan, audit
kepatuhan, dan audit operasional.
Audit laporan keuangan (financial
statement audit).
Audit keuangan adalah audit
terhadap laporan keuangan suatu entitas (perusahaan
atau organisasi) yang akan menghasilkan pendapat (opini) pihak ketiga mengenai
relevansi, akurasi, dan kelengkapan laporan-laporan tersebut.
Audit keuangan
umumnya dilaksanakan oleh kantor akuntan publik atau akuntan publiksebagai auditor
independen dengan berpedoman pada standar
profesional akuntan publik.
Audit laporan keuangan adalah audit yang dilakukan oleh auditor eksternal
terhadap laporan keuangan kliennya untuk memberikan pendapat apakah laporan
keuangan tersebut disajikan sesuai dengan kriteria-kriteria yang telah
ditetapkan. Hasil audit
lalu dibagikan kepada pihak luar perusahaan seperti kreditor, pemegang saham,
dan kantor pelayanan pajak.
Audit kepatuhan (compliance audit).
Audit Ketaatan adalah proses kerja yang menentukan apakah pihak yang
diaudit telah mengikuti prosedur, standar, dan aturan tertentu yang ditetapkan
oleh pihak yang berwenang.
Audit ini
bertujuan untuk menentukan apakah yang diperiksa sesuai dengan kondisi,
peratuan, dan undang-undang tertentu. Kriteria-kriteria yang ditetapkan dalam
audit kepatuhan berasal dari sumber-sumber yang berbeda. Contohnya ia mungkin
bersumber dari manajemen dalam bentuk prosedur-prosedur pengendalian internal.
Audit kepatuhan biasanya disebut fungsi audit internal, karena oleh pegawai
perusahaan.
Audit
operasional (operational audit).
Audit operasional merupakan penelahaan secara sistematik aktivitas operasi
organisasi dalam hubungannya dengan tujuan tertentu. Dalam audit operasional,
auditor diharapkan melakukan pengamatan yang obyektif dan analisis yang
komprehensif terhadap operasional-operasional tertentu. Tujuan audit
operasional adalah untuk :
1. Menilai kinerja, kinerja dibandingkan dengan kebijakan-kebijakan,
standar-standar, dan sasaran-sasaran yang ditetapkan oleh manajemen,
2. Mengidentifikasikan peluang dan,
3. Memberikan
rekomendasi untuk perbaikan atau tindakan lebih lanjut. Pihak-pihak yang
mungkin meminta dilakukannya audit operasional adalah manajemen dan pihak
ketiga. Hasil audit operasional diserahkan kepada pihak yang meminta
dilaksanakannya audit tersebut.
Audit Investigatif adalah:
Ø "Serangkaian
kegiatan mengenali (recognize), mengidentifikasi (identify), dan
menguji (examine) secara detail informasi dan fakta-fakta yang ada untuk
mengungkap kejadian yang sebenarnya dalam rangka pembuktian untuk mendukung
proses hukum atas dugaan penyimpangan yang dapat merugikan keuangan suatu
entitas (perusahaan/organisasi/negara/daerah)."
Ø "a
search for the truth, in the interest of justice and in accordance with
specification of law" (di negara common law)
Jadi, audit itu adalah suatu
rangkaian kegiatan yang menyangkut:
o Proses pengumpulan dan evaluasi
bahan bukti Informasi yang dapat diukur.
Informasi yang dievaluasi adalah informasi yang dapat diukur. Hal-hal yang
bersifat kualitatif harus dikelompokkan dalam kelompok yang terukur, sehingga
dapat dinilai menurut ukuran yang jelas, seumpamanya Baik Sekali, Baik, Cukup,
Kurang Baik, dan Tidak Baik dengan ukuran yang jelas kriterianya.
o Entitas ekonomi.
Untuk menegaskan bahwa yang diaudit itu adalah kesatuan, baik berupa
Perusahaan, Divisi, atau yang lain.
Dilakukan oleh
seseorang (atau sejumlah orang) yang kompeten dan independen yang disebut
sebagai Auditor.
o Menentukan kesesuaian informasi
dengan kriteria penyimpangan yang ditemukan.
Penentuan itu harus berdasarkan ukuran yang jelas. Artinya, dengan kriteria
apa hal tersebut dikatakan menyimpang.
o Melaporkan hasilnya.
Laporan berisi informasi tentang kesesuaian antara informasi yang
diuji dan kriterianya, atau ketidaksesuaian informasi yang diuji dengan
kriterianya serta menunjukkan fakta atas ketidaksesuaian tersebut.
Pengertian
audit sistem informasi
Audit teknologi informasi atau information systems
(IS) audit adalah bentuk pengawasan dan pengendalian dari infrastruktur
teknologi informasi secara menyeluruh. Audit teknologi informasi ini dapat
berjalan bersama-sama dengan audit finansial dan audit internal, atau dengan
kegiatan pengawasan dan evaluasi lain yang sejenis. Pada mulanya istilah ini
dikenal dengan audit pemrosesan data elektronik, dan sekarang audit teknologi
informasi secara umum merupakan proses pengumpulan dan evaluasi dari semua
kegiatan sistem informasi dalam perusahaan itu. Istilah lain dari audit
teknologi informasi adalah audit komputer yang banyak dipakai untuk menentukan
apakah aset sistem informasi perusahaan itu telah bekerja secara efektif, dan
integratif dalam mencapai target organisasinya.
Tujuan
audit
Tujuan
audit secara umum dapat diklasifikasilkan sebagai berikut :
- Kelengkapan (Completeness). Untuk meyakinkan bahwa seluruh transaksi telah
dicatat atau ada dalam jurnal secara aktual telah dimasukkan.
- Ketepatan (Accurancy). Untuk memastikan transaksi dan saldo perkiraan yang
ada telah dicatat berdasarkan jumlah yang benar, perhitungan yang benar,
diklasifikasikan, dan dicatat dengan tepat.
- Eksistensi (Existence). Untuk memastikan bahwa semua harta dan kewajiban yang
tercatat memiliki eksistensi atau keterjadian pada tanggal tertentu, jadi
transaksi tercatat tersebut harus benar-benar telah terjadi dan tidak
fiktif.
- Penilaian (Valuation). Untuk memastikan bahwa prinsip-prinsip akuntansi yang
berlaku umum telah diterapkan dengan benar.
- Klasifikasi (Classification). Untuk memastikan bahwa transaksi yang dicantumkan
dalam jurnal diklasifikasikan dengan tepat. Jika terkait dengan saldo maka
angka-angka yang dimasukkan didaftar klien telah diklasifikasikan dengan
tepat.
- Ketepatan (Accurancy). Untuk memastikan bahwa semua transaksi dicatat pada
tanggal yang benar, rincian dalam saldo akun sesuai dengan angka-angka
buku besar. Serta penjumlahan saldo sudah dilakukan dengan tepat.
- Pisah Batas (Cut-Off). Untuk memastikan bahwa transaksi-transaksi yang dekat
tanggal neraca dicatat dalam periode yang tepat. Transaksi yang mungkin
sekali salah saji adalah transaksi yang dicatat mendekati akhir suatu
peride akuntansi.
- Pengungkapan (Disclosure). Untuk meyakinkan bahwa saldo akun dan persyaratan
pengungkapan yang berkaitan telah disajikan dengan wajar dalam laporan
keuangan dan dijelaskan dengan wajar dalam isi dan catatan kaki laporan
tersebut.
Tujuan audit SI
Tujuan
audit sistem informasi adalah untuk meninjau dan mengevaluasi pengendalian
internal yang melindungi sistem tersebut. Ketika melaksanakan audit sistem
informasi, para auditor harus memastikan tujuan-tujuan berikut ini dipenuhi:
· Perlengkapan keamanan melindungi
perlengkapan komputer, program, komunikasi, dan data dari akses yang tidak sah,
modifikasi, atau penghancuran.
· Pengembangan dan perolehan program
dilaksanakan sesuai dengan otorisasi khusus dan umum dari pihak manajemen.
· Modifikasi program dilaksanakan dengan otorisasi
dan persetujuan pihak manajemen.
· Pemrosesan transaksi, file, laporan, dan
catatan komputer lainnya telah akurat dan lengkap.
· Data sumber yang tidak akurat. atau yang
tidak memiliki otorisasi yang tepat diidentifikasi dan ditangani sesuai dengan
kebijakan manajerial yang telah ditetapkan.
· File data komputer telah akurat, lengkap,
dan dijaga kerahasiaannya.
ahapan
Audit SIstem Informasi (galeo)
Tahap
Pemeriksaan Pendahuluan.
Sebelum auditor menentukan
sifat dan luas pengujian yang harus dilakukan, auditor harus memahami bisnis
auditi (kebijakan, struktur organisasi, dan praktik yang dilakukan). Setelah
itu, analisis risiko audit merupakan bagian yang sangat penting. Ini meliputi
review atas pengendalian intern. Dalam tahap ini, auditor juga mengidentifikasi
aplikasi yang penting dan berusaha untuk memahami pengendalian terhadap
transaksi yang diproses oleh aplikasi tersebut. pada tahap ini pula auditor
dapat memutuskan apakah audit dapat diteruskan atau mengundurkan diri dari
penugasan audit.
Tahapan
Pemeriksaan Rinci.
Pada
tahap ini auditnya berupaya mendapatkan informasi lebih mendalam untuk memahami
pengendalian yang diterapkan dalam sistem komputer klien. Auditor harus dapat
memperkirakan bahwa hasil audit pada akhirnya harus dapat dijadikan sebagai
dasar untuk menilai apakah struktur pengendalian intern yang diterapkan dapat
dipercaya atau tidak. Kuat atau tidaknya pengendalian tersebut akan menjadi
dasar bagi auditor dalam menentukan langkah selanjutnya.
Tahapan
Pengujian Kesesuaian.
Dalam
tahap ini, dilakukan pemeriksaan secara terinci saldo akun dan transaksi.
Informasi yang digunakan berada dalam file data yang biasanya harus diambil
menggunakan software CAATTs. Pendekatan basis data menggunakan CAATTs dan pengujian
substantif untuk memeriksa integritas data. Dengan kata lain, CAATTs digunakan
untuk mengambil data untuk mengetahui integritas dan keandalan data itu
sendiri.
Tahapan
Pengujuan Kebenaran Bukti
Tujuan
pada tahap pengujian kebenaran bukti adalah untuk mendapatkan bukti yang cukup
kompeten,. Pada tahap ini, pengujian yang dilakukan adalah (Davis at.all. 1981)
:
- Mengidentifikasi kesalahan dalam
pemrosesan data
- Menilai kualitas data
- Mengidentifikasi ketidak konsistenan
data
- Membandingkan data dengan perhitungan
fisik
- Konfirmasi data dengan sumber-sumber
dari luar perusahaan
Tahapan
penilaian secara Umum atas hasil pengujian
Pada
tahap ini auditor diharapkan telah dapat memberikan penilaian apakah bukti yang
diperoleh dapat atau tidak mendukung informasi yang diaudit. Hasil penilaian
tersebut akan menjadi dasar bagi auditor untuk menyiapkan pendapatanya dalam
laporan auditan. Auditor harus mengintegrasikan hasil proses dalam pendekatan
audit yang diterapkan audit yang diterapkan. Audit meliputi struktur
pengendalian intern yang diterapkan perusahaan, yang mencakup :
(1)
pengendalian umum,
(2)
pengendalian aplikasi, yang terdiri dari : (a) pengendalian secara manual, (b)
pengendalian terhadap output sistem
informasi, dan (c) pengendalian yang sudah diprogram.
Metode Pengumpulan
Data
Dalam
pengumpulan bukti ada beberapa cara yang sering dipakai :
·
Audit
around computer –> membandingkan antara output aplikasi dengan hasil yang
diperoleh melalui cara manual. Metode ini tidak memeriksa lebih mendalam
terhadap aplikasi program atau sistem tersebut. Metode ini disebut juga
pendekatan audit black box.
·
Audit
through computer –> auditor tidak hanya menguji data masukan dan keluaran
namun juga menguji aplikasi atau sistem tersebut. Metode ini disebut juga pendekatan audit
white box.
·
Audit
with computer –> menggunakan komputer untuk melakukan audit. Metode ini biasanya digunakan jika tingkat
pemakaian IT di organisasi tersebut tinggi. Metode ini disebut juga Computer
Aided Auditing Technique (CAAT)
Subscribe to:
Posts (Atom)